SDN 2 Muara Ciujung Timur

Mengapa Suasana Gembira Kunci Prestasi Akademik di SDN 2 Muara Ciujung Timur

Mengapa Suasana Gembira Kunci Prestasi Akademik di SDN 2 Muara Ciujung Timur

Loading

SDN2MCT – Siapa yang tidak kenal dengan Kak Seto? Sosok sahabat anak dengan gaya rambut khas dan senyum yang tak pernah lepas ini selalu mengampanyekan bahwa “Dunia anak adalah dunia bermain”. Namun, seringkali ada anggapan keliru bahwa “bermain” itu lawan dari “belajar”. “Kalau main terus, kapan belajarnya?”

Di SDN 2 Muara Ciujung Timur, kami mengadopsi pandangan Kak Seto bahwa suasana gembira justru adalah syarat mutlak agar otak anak bisa menyerap pelajaran. Artikel ini akan membahas mengapa sekolah harus menjadi tempat yang paling menyenangkan bagi anak, kedua setelah rumah.

Otak yang Bahagia Menyerap Lebih Cepat Secara ilmiah, ketika anak merasa tertekan, takut, atau sedih, otak mereka memproduksi hormon kortisol yang memblokir pusat memori. Sebaliknya, saat hati gembira, otak memproduksi dopamin dan endorfin yang membuat proses belajar menjadi lancar.

Inilah mengapa metode Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan) sangat penting. Di kelas, Bapak/Ibu guru mungkin sering mengajak siswa bernyanyi, tepuk tangan, atau ice breaking sebelum masuk materi inti. Itu bukan sekadar buang-buang waktu, melainkan cara kami “membuka pintu gerbang” otak siswa agar siap menerima ilmu.

Sekolah Ramah Anak: Zona Anti-Bullying Kak Seto sangat gencar menyuarakan perlindungan anak. Tidak mungkin anak bisa gembira jika ia merasa terancam. Oleh karena itu, SDN 2 Muara Ciujung Timur berkomitmen penuh menciptakan lingkungan Sekolah Ramah Anak.

Kami memiliki kebijakan toleransi nol (zero tolerance) terhadap perundungan (bullying), baik fisik maupun verbal (ejek-ejekan). Kami mengajarkan siswa untuk:

  1. Stop: Berani berkata tidak saat diganggu.
  2. Speak Up: Melapor kepada guru jika melihat teman diganggu.
  3. Support: Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan latar belakang.
Mengapa Suasana Gembira Kunci Prestasi Akademik di SDN 2 Muara Ciujung Timur
Mengapa Suasana Gembira Kunci Prestasi Akademik di SDN 2 Muara Ciujung Timur

Peran orang tua sangat vital di sini. Mohon pantau pergaulan anak dan jadilah tempat curhat yang aman, sehingga jika terjadi sesuatu di sekolah, anak berani bercerita kepada Anda.

Buat Kamu  Menyambut Ramadhan 1446 H: SDN 2 Muara Ciujung Timur Gelar Kultum Spesial dan Santunan Anak Yatim

Hak Anak: Hak Belajar dan Hak Bermain Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi kami untuk menyeimbangkan hak belajar dan hak bermain. Kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) seringkali didesain dalam bentuk permainan tradisional atau kerja kelompok yang seru.

Kami ingin menghapus stigma bahwa anak yang sukses adalah anak yang duduk diam, kaku, dan hanya menatap buku pelajaran. Anak yang aktif, bergerak, dan tertawa juga sedang belajar—belajar bersosialisasi, belajar aturan main, dan belajar sportivitas.

Mendidik dengan Cinta, Bukan Ancaman Kak Seto mengajarkan pendekatan humanis. Menghukum siswa dengan kekerasan atau kata-kata kasar (“Kamu bodoh”, “Malas”) adalah cara kuno yang merusak jiwa anak. Di sekolah, kami menerapkan Disiplin Positif. Jika siswa melanggar aturan, kami ajak berdialog. “Kenapa kamu melakukan itu?” “Apa konsekuensinya bagi temanmu?” “Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya?”

Dialog ini membangun nalar moral anak, jauh lebih efektif daripada sekadar membentak.

Tips Menciptakan Suasana Gembira di Rumah Suasana gembira di sekolah harus dilanjutkan di rumah.

  • Sambut dengan Senyum: Saat menjemput atau anak pulang sekolah, tanyakan “Apa hal paling seru hari ini?” alih-alih langsung bertanya “Ada PR tidak?”.
  • Bernyanyi Bersama: Ubah hafalan pelajaran menjadi lagu. Banyak materi IPA atau Bahasa Inggris lebih mudah diingat jika dinyanyikan.
  • Kualitas Waktu: Luangkan 15-30 menit sehari untuk bermain benar-benar bersama anak tanpa gangguan HP.

Kesimpulan Menciptakan “sekolah rasa taman bermain” bukan berarti menurunkan standar akademik. Justru di SDN 2 Muara Ciujung Timur, kami percaya bahwa prestasi akademik tinggi adalah efek samping dari jiwa anak yang bahagia. Seperti kata Kak Seto, mari kita mendidik dengan kekuatan cinta (Power of Love), bukan cinta kekuasaan (Love of Power).

Buat Kamu  Revolusi Karakter Sejak Dini: SDN 2 Muara Ciujung Timur Sukses Implementasikan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat"

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *